Reka Ulang Pembunuhan Pelajar di Gowa, Pelaku Cemburu Istri Dipeluk Korban

BerandaMakassar – Kasus pembunuhan yang menewaskan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) berinisial MA (17), warga Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulsel, pada Minggu (8/11/2020) lalu terus bergulir. Dari Hasil Rekonstruksi, terkuak 24 adegan pembunuhan yang dilakukan tersangka utama MFI (17) dan istrinya AAS (15).

Pasca rekonstruksi, Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir mengatakan, dari 24 adegan penganiayaan tersebut, Polisi membenarkan jika korban MA tewas ditikam menggunakan senjata tajam jenis badik pada adegan ke-21.

“Dalam rekonstruksi tersebut korban ditikam sebanyak 24 kali dan terlihat pada adegan ke-21 otak pelaku berinisial
MFI (17) menikam perut korban dengan sebuah badik yang dimilikinya,” jelas AKP Jufri Natsir kepada Media Senin (23/11/2020).

Dalam rekonstruksi ini, Polisi menghadirkan kesepuluh tersangka guna melakukan adegan per adegan dalam aksi penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang.

AKP Jufri Natsir juga mengungkapkan, bahwa motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi karena kecemburuan pelaku MFI selaku suami dari pelaku AAS kepada korban MA.

Berdasarkan keterangan pelaku MFI, dirinya nekat melakukan pembunuhan berencana lantaran cemburu kepada korban yang pernah memeluk istrinya, ASS.

Berdasarkan kronologi kejadian, korban memesan jam tangan secara online kepada pelaku AAS. Keduanya pun melakukan transaksi jual beli di Jalan Tangkia Kabupaten Gowa pada pukul 01:30 WITA.

“Saat transaksi jual beli tersebut, korban bilang kepada AAS sendiri saja jangan ajak suamimu, jangan takut saya tidak apa apai kamu, begitu kata korban. Saat melihat AAS tiba-tiba dipeluk oleh korban, pelaku MFI langsung keluar dari persembunyiannya dan menikam korban dari depan sebanyak satu kali tusukan,” tutur AKP Jufri.

Rekonstruksi yang dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir ini turut dihadiri, Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Gowa, Pengacara tersangka dan pengacara korban serta para penyidik.

Atas perbuatannya, kesepuluh tersangka dijerat pasal 80 ayat (3) Juncto Pasal 76C Undang-undang nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, tentang perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara

Sumber: makassartoday

Latest news

Manfaat Vaksin Tifoid yang Wajib Diketahui

Beranda Makassar - Indonesia merupakan salah satu negara endemis tifoid. Dimana penyakit ini paling banyak menyerang kelompok umur 3-19 tahun. Salah satu langkah yang...

Kepala Puskesmas di Makassar Meninggal Akibat COVID-19

BerandaMakassar.com - Seorang dokter yang juga Kepala Puskesmas Layang, Kota Makassar, dr. Rahmatiah meninggal dunia akibat COVID-19. Almarhumah meninggal usai dirawat di Rumah Sakit...

Dewan Sebut Pemkot Makassar Lamban Tangani Banjir

BerandaMakassar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) terkait penanganan dan evakuasi warga yang terdampak banjir. Ketua Komisi B...

Meningkat! Kuburan Khusus Macanda Sudah Tampung 700 Jenazah Covid-19

BerandaMakassar - Korban meninggal akibat Covid-19 di Sulawesi Selatan kembali meningkat. Hal ini tergambar dari jumlah jenazah yang dimakamkan di perkuburan khusus Covid-19 milik...

Related news

Manfaat Vaksin Tifoid yang Wajib Diketahui

Beranda Makassar - Indonesia merupakan salah satu negara endemis tifoid. Dimana penyakit ini paling banyak menyerang kelompok umur 3-19 tahun. Salah satu langkah yang...

Kepala Puskesmas di Makassar Meninggal Akibat COVID-19

BerandaMakassar.com - Seorang dokter yang juga Kepala Puskesmas Layang, Kota Makassar, dr. Rahmatiah meninggal dunia akibat COVID-19. Almarhumah meninggal usai dirawat di Rumah Sakit...

Dewan Sebut Pemkot Makassar Lamban Tangani Banjir

BerandaMakassar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar menyoroti kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) terkait penanganan dan evakuasi warga yang terdampak banjir. Ketua Komisi B...

Meningkat! Kuburan Khusus Macanda Sudah Tampung 700 Jenazah Covid-19

BerandaMakassar - Korban meninggal akibat Covid-19 di Sulawesi Selatan kembali meningkat. Hal ini tergambar dari jumlah jenazah yang dimakamkan di perkuburan khusus Covid-19 milik...